Baru-baru ini, Veolia, perusahaan terkemuka dalam layanan lingkungan global, mengumumkan bahwa pihaknya berencana meningkatkan kapasitas operasional proyek desalinasi air laut di seluruh dunia hingga dua kali lipat sebelum tahun 2030, guna secara proaktif menghadapi masalah kekurangan sumber daya air yang kian memburuk di tingkat global.

Menurut Veolia, saat ini sekitar 2 miliar penduduk dunia hidup di wilayah yang mengalami kekurangan air. Seiring dengan berlanjutnya perubahan iklim, pertumbuhan populasi, serta perkembangan industri, desalinasi air laut semakin menjadi solusi penting untuk menjamin pasokan air bagi kota-kota dan kebutuhan air industri. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus meningkatkan investasi pada proyek-proyek desalinasi di Timur Tengah, Asia, serta kawasan pesisir lainnya, sekaligus mendorong pengembangan teknologi desalinasi yang ramah lingkungan dan efisien.

Veolia menyatakan bahwa selama 25 tahun terakhir, teknologi desalinasi telah mencapai kemajuan signifikan: konsumsi energi per unit produksi air turun sekitar 85%, sementara biaya produksi air menurun hampir 90%. Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi dan mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan, guna mendorong perkembangan industri desalinasi yang hijau dan berkelanjutan.

Para pelaku industri meyakini bahwa seiring dengan semakin memburuknya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan air global, desalinasi air laut, pemanfaatan kembali sumber daya air, serta sistem penyediaan air cerdas akan memasuki fase pengembangan baru.

Sumber: Veolia Official